Suasana Jumat sore 26 April 2013 yang masih sedikit panas tidak menurunkan semangat enam kandidat Mahasiswa BerpreImagestasi (Mawapres) dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya untuk diwawancarai oleh pihak Direksi dan beberapa dosen. Dari puluhan pendaftar, mereka berhasil lolos setelah melalui beberapa tahap seleksi. Enam kandidat tersebut adalah Dewi Amalia Rosany, Azhar Muhammad Fuad, Rendi Alfisyahrizal, Rizal Elga Rexana, Nuzulia Mahmudianti, dan Rekananda Jingga. 

“Total pendaftar adalah 57. Setelah dilakukan pembekalan untuk pembuatan karya tulis ilmiah (KTI) hanya 20 orang yang mengumpulkan KTI. Dari pengumpulan 20 KTI diseleksi 15 yang memenuhi syarat, kemudian diambil 10 orang untuk melakukan presentasi KTI dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa inggris di hadapan para dosen,” tutur Rio Pratama Putra selaku ketua panitia dari mawapres ini.

Seperti yang telah dijelaskan oleh ketua panitia mengenai mekanisme mawapres tahun ini, peserta melakukan pendaftaran melalui seleksi administrasi, kemudian dilakukan pembimbingan untuk pembuatan karya tulis ilmiah (KTI), setelah itu membuat karya tulis ilmiah yang menjadi syarat untuk lolos ke babak selanjutnya. Setelah lolos mereka langsung melakukan presentasi dihadapan beberapa dosen. Dan terpilihlah enam kandidat tersebut.

Pelaksanaan Mawapres tahun 2013 memang sedikit berbeda dari tahun lalu, terutama dari gencarnya publikasi untuk menyukseskan kegiatan ini. Sedikitnya waktu persiapan juga tidak menyurutkan langkah panitia untuk terus melakukan pencarian mahasiswa terbaik PPNS tahun ini. Pelaksanaan mawapres tahun-tahun kemarin juga dijadikan pembelajaran agar tahun ini bisa lebih baik.

Perasaan para kandidat hampir sama saat dinyatakan lolos menjadi enam besar mawapres PPNS, yakni deg-degan dan bahagia. Namun dibalik itu semua, mereka ingin memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar mereka dan tentunya untuk PPNS. “Saya ingin berprestasi untuk kampus sekaligus lebih mengenalkan PPNS kepada orang lain,” jelas Dewi Amalia Rosany.

Mengenai pelaksanaan mawapres tahun ini, salah satu peserta memiliki pengalaman yang berkesan dan sulit dilupakan. “Saya sedikit mengalami kecelakaan dan hampir gegar otak ditengah-tengah proses pembuatan KTI,” ungkap Azhar Muhammad Fuad yang berasal dari jurusan Desain Manufaktur.

Tak hanya prestasi di bidang akademik, prestasi diluar akademik juga menjadi penilaian tersendiri saat proses penyeleksian kandidat mawapres. Sebagai contoh, salah satu kandidat dari jurusan Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (TK3) yang bernama Dewi Amalia Rosany memiliki segudang prestasi di bidang tari. Dia sering didaulat untuk menari saat acara-acara kampus. Duta penari Jawa Timur ini juga pernah menari di hadapan Presiden RI dan menari untuk acara MUBA 2013, di Basel, Switzerland, Swiss.

Hampir semua kandidat merasa optimis dalam pencarian mahasiswa berprestasi PPNS tahun ini, karena mereka sudah memberikan yang terbaik. Namun beberapa dari mereka merasa belum puas di beberapa sisi. Mereka hanya ingin memberi yang terbaik untuk keluarga, teman, orang-orang di sekitar mereka, juga untuk kampus mereka tercinta.

“Semoga siapapun yang nantinya akan menjadi nomer satu, bisa memberi yang terbaik, mengangkat nama PPNS, dan tentunya lolos mawapres nasional. Tapi sesungguhnya enam orang tersebut sudah menjadi juara karena berhasil lolos sampai babak ini,” ungkap B. Fajar Fitrah sebagai Menteri Riset dan Teknologi BEM PPNS yang menyelenggarakan Mawapres ini.