10941872_553126324789822_410930020874361612_n

1. Latar Belakang

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermantabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik (mahasiswa) agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Perguruan tinggi secara terus-menerus mengembangkan iklim akademis yang demokratis agar dapat mendukung pelaksanaan. proses pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa menjadi insan cerdas, komprehensif, dan kompetitif.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menekuni ilmu dalam bidangnya saja, tetapi juga beraktivitas untuk mengembangkan  soft skills -nya agar menjadi lulusan yang mandiri, penuh inisiatif, bekerja secara cermat, penuh tanggung jawab dan gigih. Kemampuan ini dapat mahasiswa peroleh dari pembekalan secara formal melalui kurikulum pembelajaran dan ko-kurikuler, serta ekstra kurikuler. Namun, tidak semua mahasiswa mau dan mampu untuk menjadi pembelajar yang sukses. Acapkali mahasiswa dengan nilai akademik yang tinggi belum memanfaatkan peluang untuk menggunakan waktunya dalam kegiatan ko-kurikuler dan ekstra kurikuler. Sebaliknya mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan pengembangan  soft skills tidak memperoleh nilai akademik yang tinggi. Sementara itu, dalam era persaingan bebas dibutuhkan lulusan yang memiliki  hard skills dan  soft skills yang seimbang. Oleh karenanya di tiap perguruan tinggi perlu diidenti fikasi
mahasiswa yang dapat melakukan keduanya dan yang terbaik perlu diberi penghargaan sebagai mahasiswa yang berprestasi

2.DASAR HUKUM

1.  Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.   Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3.  Peraturan Menteri Pendidikan nasional RI No. 15 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

4.Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.
5.   Keputusan Mendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
6.  Keputusan Mendiknas No. 045/U/2000 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi

3.TUJUAN

1.  Memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi.
2.  Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler sebagai wahana mensinergikan hard skills dan  soft skills  mahasiswa.
3.  Mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan iklim kehidupan kampus yang dapat memfasilitasi mahasiswa mencapai prestasi yang membanggakan secara berkesinambungan.

4.PESERTA

Peserta pemilihan Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa pada perguruan tinggi yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional.

5.PENGERTIAN

Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler maupun ko/ekstrakurikuler , mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris/Asing, bersikap positif,  serta  berjiwa Pancasila.