1. Latar Belakang

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermantabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik (mahasiswa) agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggungjawab. Perguruan tinggi secara terus-menerus mengembangkan
iklim akademis yang demokratis agar dapat mendukung pelaksanaan
proses pembelajaran yang mengarahkan mahasiswa menjadi insan cerdas,
komprehensif, dan kompetitif.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya menekuni ilmu dalam bidangnya saja,
tetapi juga beraktivitas untuk mengembangkan  soft skills -nya agar menjadi
lulusan yang mandiri, penuh inisiatif, bekerja secara cermat, penuh tanggung
jawab dan gigih. Kemampuan ini dapat mahasiswa peroleh dari pembekalan
secara formal melalui kurikulum pembelajaran dan ko-kurikuler, serta ekstra
kurikuler. Namun, tidak semua mahasiswa mau dan mampu untuk menjadi
pembelajar yang sukses. Acapkali mahasiswa dengan nilai akademik yang
tinggi belum memanfaatkan peluang untuk menggunakan waktunya dalam
kegiatan ko-kurikuler dan ekstra kurikuler. Sebaliknya mahasiswa yang aktif
dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan pengembangan  soft skills
tidak memperoleh nilai akademik yang tinggi. Sementara itu, dalam era
persaingan bebas dibutuhkan lulusan yang memiliki  hard skills dan  soft skills
yang seimbang. Oleh karenanya di tiap perguruan tinggi perlu diidenti fi kasi
mahasiswa yang dapat melakukan keduanya dan yang terbaik perlu diberi
penghargaan sebagai mahasiswa yang berprestasi

2.DASAR HUKUM

1.  Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2.   Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
3.  Peraturan Menteri Pendidikan nasional RI No. 15 tahun 2005 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

4.   Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 155/U/1998
tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan
Tinggi.
5.   Keputusan Mendiknas No. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan
Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
6.  Keputusan Mendiknas No. 045/U/2000 tentang Kurikulum Inti
Pendidikan Tinggi

3.TUJUAN

1.  Memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil mencapai
prestasi tinggi.
2.  Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan
kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler sebagai wahana
mensinergikan hard skills dan  soft skills  mahasiswa.
3.  Mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan iklim kehidupan
kampus yang dapat memfasilitasi mahasiswa mencapai prestasi yang
membanggakan secara berkesinambungan.

4.PESERTA

Peserta pemilihan Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa pada perguruan
tinggi yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional.

5.PENGERTIAN

Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi
tinggi, baik kurikuler maupun ko/ekstrakurikuler , mampu berkomunikasi
dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris/Asing, bersikap positif,  serta  berjiwa Pancasila.